Text
MODEL PENAWARAN DAN PERMINTAAN BAWANG PUTIH INDONESIA: PENDEKATAN SISTEM DINAMIK
Adanya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan bawang putih yang mengharuskanpemerintah memberlakukan kebijakan impor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.Tingginya ketergantungan akan pasokan impor mengakibatkan impor bawang putih di Indonesia terusmeningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model penawaran dan permintaan bawangputih dan menyusun rekomendasi kebijakan terkait penawaran dan permintaan bawang putihIndonesia menggunakan pendekatan model sistem dinamik. Model dalam penelitian ini disimulasikanhingga 12 tahun mendatang (2022-2033). Berdasarkan hasil analisis model, pada kondisi basis(sebelum skenario diterapkan), pola perilaku ketersediaan bawang putih adalah goal seeking, sementaraitu permintaan memiliki pola perilaku exponential growth dan penawaran memiliki tren meningkat. Ditahun 2033 ketersediaan bawang putih diperkirakan mengalami defisit, dan produksi bawang putihserta total pendapatan petani terus mengalami penurunan. Maka dari itu, diperlukan kebijakan dalamrangka meningkatkan ketersediaan, produksi, dan total pendapatan petani bawang putih di Indonesiamelalui beberapa skenario kebijakan. Skenario kebijakan dengan hasil terbaik adalah gabungan antarapeningkatan luas areal, produktivitas, dan realisasi wajib tanam oleh importir karena mampumenghasilkan ketersediaan dan produksi bawang putih tertinggi dibandingkan skenario lainnya.Variabel yang paling sensitif terhadap ketersediaan bawang putih Indonesia adalah wajib tanam. Setiappeningkatan realisasi wajib tanam oleh importir sebesar 10 persen dapat meningkatkan ketersediaanbawang putih Indonesia sebesar 4,7 persen.
| UIB00007635 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain