Text
ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN NON-TARIF MEASURES TERHADAP KINERJA EKSPOR UDANG BEKU INDONESIA DI PASAR TUJUAN UTAMA
Komoditas udang memberikan kontribusi yang besar terhadap total nilai ekspor subsektor
perikanan di Indonesia. Pada tahun 2021, Indonesia akan menjadi pengekspor udang beku
terbesar keempat di pasar dunia. Namun, nilai ekspor udang beku Indonesia setiap tahunnya
terus berfluktuasi. Ekspor udang beku Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan kebijakan
Non Tarif Measures (NTM) khususnya Sanitary and Phytosanitary (SPS) dan Technical Barrier to
Trade (TBT) yang diterapkan oleh negara importir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kinerja perdagangan udang beku Indonesia di pasar tujuan, serta menganalisis dampak
kebijakan NTM dan faktor lainnya terhadap ekspor udang Indonesia di pasar tujuan. Penelitian
ini menggunakan regresi model data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih adanya
penolakan produk perikanan termasuk udang beku asal Indonesia di negara importir yang
disebabkan karena kelebihan kandungan zat kimia. Namun jumlah penolakan kurang dari satu
persen dibandingkan jumlah total yang diterima. Ini sejalan dengan hasil regresi data panel
variabel SPS tidak signifikan dan variabel TBT yang berpengaruh secara positif. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa pelaku ekspor di Indonesia mampu untuk menyesuaikan kebijakan yang
diberlakukan oleh negara importir yang berkaitan dengan kriteria sertifikasi produk, prosedur
sampling, persyaratan pengemasan, persyaratan distribusi, dan persyaratan pelabelan. Untuk itu
hal yang perlu ditingkatkan oleh pemerintah Indonesia berkaitan dengan penolakan ialah
diperlukan uji sampel dengan keakuratan dan ketelitian terhadap udang beku Indonesia sebelum di ekspor, serta meningkatkan pendampingan mengenai batas ambang penggunaan zat kimia
bagi pembudidaya udang di tingkat hulu.
| UIB00007570 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain